Hotline : 0811 7231 093 | Terdapat Agen Resmi di Kota Anda | Melayani COD JABODETABEK | JAM KERJA : 06:00 – 22:00 WIB

Cara dan Langkah Diagnosis Penyakit Batu Empedu

Apabila seseorang mengalami tanda tanda dari penyakit batu empedu seperti mengalami demam dan terjadi rasa nyeri di area perut kanan atas, maka anda perlu memeriksakan diri anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan secara klinis.

Untuk langkah awal biasanya dokter akan melakukan tindakan pemeriksaan secara fisik dengan menekan area kanan atas perut sambil si pasien menahan nafas. Jika ternyata dirasakan rasa sakit yang tidak wajar, maka ada kemungkinan kantong empedu mengalami peradangan.

Sebagai langkah pemastian maka dokter akan masuk ke tes selanjutnya untuk mendapatkan hasil diagnosis penyakit batu empedu yang akurat. Berikut beberapa prosedur lanjutan yang mungkin dilakukan oleh dokter.

  1. USG / Ultrasonografi

diagnosa batu empedu dengan usgProsedur diagnosis penyakit batu empedu yang paling mendasar dan pertama kali dilakukan adalah USG. USG merupakan prosedur umum yang sering dilakukan masyarakat terutama dalam mengecek kesehatan kehamilan dan kondisi tumbuh kembang janin. Rupanya prosedur USG ini juga dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit batu empedu dan penyakit lainnya seperti kista atau miom.

USG dilakukan dengan alat yang bernama transduser yang bekerja dengan cara memantulkan gelombang suara ultrasonik untuk menghasilkan citra gambar struktur organ di dalam tubuh.

Jika ternyata memang ada batu empedu dan peradangan kantong empedu maka akan tampak pada hasil gambar dari USG. USG merupakan metode dasar yang cukup akurat untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit batu empedu.

Baca Juga : Cara Mencegah Penyakit Batu Empedu

  1. CT Scan

CT Scan merupakan singkatan dari Computerized Tomography Scan dengan menggunakan sinar X untuk menciptakan citra organ dalam tubuh. Dengan menggunakan kombinasi antara sinar X dan teknologi dari komputer untuk menghasilkan gambar 3 dimensi (3D).

Prosedur CT Scan ini dilakukan dengan cara pasien berbaring di atas meja yang akan di masukkan ke dalam alat berbentuk terowongan dimana sinar X akan dilakukan. Lalu teknisi X-Ray dan radiolog akan menafsirkan gambar yang dihasilkan dari prosedur CT Scan tersebut.

Hasil dari gambar CT Scan akan memperlihatkan adanya penyakit batu empedu atau komplikasi lainnya akibat batu empedu tersebut seperti infeksi saluran kemih dan penyumbatan pada kantong empedu atau saluran empedu. Namun dalam beberapa kasus tertentu yang terjadi, penyakit batu empedu ini dapat tidak terdeteksi dengan CT Scan.

  1. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Prosedur diagnosis penyakit batu empedu selanjutnya adalah dengan menggunakan tekhnik MRI. Alat atau mesin MRI ini bekerja dengan cara mengeluarkan gelombang radio dan magnet untuk menghasilkan gambaran secara detail dari bagian dalam tubuh seperti organ, kelenjar, dan jaringan lunak lainnya tanpa sinar X.

Seorang operator yang terlatih secara khusus untuk melakukan prosedur ini selalu ada di rumah sakit yang berfasilitas lengkap  dan dibantu dengan radiolog untuk menafsirkan hasil gambar yang muncul.

Alat mesin MRI ini berupa perangkat besar berbentuk terowongan dengan meja untuk berbaring di dalamnya untuk keluar masuk pasien yang akan di scan. Mesin MRI memiliki pintu pada ujungnya yang dapat terbuka / tertutup di salah satu ujung. MRI mampu memberikan hasil yang akurat apabila ada batu empedu di dalam sistem saluran empedu.

  1. Cholescintigraphy (HIDA scan)

Prosedur diagnosis penyakit batu empedu ini adalah tes dengan menggunakan bahan radioaktif yang tidak berbahaya untuk menghasilkan gambar dari dalam sistem empedu. Pada saat eksekusinya pasien akan berbaring di atas meja tes medis dan operator akan menyuntikkan sejumlah kecil bahan radioaktif tersebut melalui pembuluh darah lengan pasien, zat ini juga dapat menyebabkan kantong empedu berkontraksi.

Dengan dibantu sebuah kamera khusus yang dapat mengambil gambar dari bahan radioaktif yang bergerak di dalam pembuluh darah melalui sistem bilier maka operator dan radiolog dapat menafsirkan gambar yang dihasilkan. Prosedur diagnosis penyakit batu empedu ini digunakan untuk mengetahui kontraksi dari kantong empedu dan obstruksi saluran empedu.

  1. Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP)

Langkah diagnosa ini menggunakan sinar X untuk memperoleh gambar dalam kantong empedu dan saluran pankreas untuk mendeteksi apakah adanya batu empedu atau masalah kesehatan lainnya.

Pasien akan diberikan obat bius ringan, lalu perawat akan memasukkan alat endoskopi melalui mulut pasien yang akan menuju ke dalam usus duodenum dan saluran empedu. Alat endoskopi ini akan terkoneksi ke layar monitor komputer dalam bentuk video.

Prosedur diagnosis penyakit batu empedu ERCP ini akan menolong dokter untuk mengidentifikasi saluran empedu yang terkena masalah akibat adanya batu empedu. Batu empedu yang ada ini mampu ditangkap dan dikeluarkan oleh alat endoskopi. Jenis tes ini bersifat lebih invasif daripada tes lainnya dan digunakan dalam kondisi tertentu.

Baca juga : Obat Penghancur Batu Empedu Tanpa Operasi

Selain dengan melakukan prosedur diagnosis penyakit batu empedu di atas dokter juga akan menyarankan untuk melakukan tes darah untuk mengetahui gejala gejala infeksi atau adanya peradangan pada saluran empedu, kantung empedu, kelenjar pankreas, atau pada organ hati.

Itulah beberapa prosedur diagnosa dari penyakit batu empedu yang dokter lakukan untuk mengidentifikasi penyakit batu empedu secara akurat. Semoga informasi yang telah diberikan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca setia situs kami.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.