Hotline : 0811 7231 093 | Terdapat Agen Resmi di Kota Anda | Melayani COD JABODETABEK | JAM KERJA : 06:00 – 22:00 WIB

Pengobatan Medis Untuk Penyembuhan Leukemia Pada Anak

Setelah seorang anak terdiagnosa penyakit leukemia, dokter akan mendiskusikan dengan pihak keluarga mengenai pilihan pengobatan leukemia pada anak. Faktor yang paling penting dalam memilih pengobatan adalah jenis leukemia yang diderita.

Pengobatan Leukemia Pada AnakPengobatan utama dan paling umum untuk leukemia pada anak-anak adalah kemoterapi. Untuk beberapa anak dengan leukemia risiko yang lebih tinggi, kemoterapi dosis tinggi dapat diberikan bersama dengan transplantasi sel induk. Pengobatan leukemia lain seperti obat-obatan, operasi, dan terapi radiasi dapat digunakan dalam keadaan khusus.

Pengobatan Medis untuk Anak-Anak Penderita Acute Lymphocytic Leukemia (ALL)

Pengobatan utama untuk anak-anak penderita Acute Lymphocytic Leukemia (ALL) atau dalam bahasa Indonesia Leukemia Limfositik Akut dalah kemoterapi, yang biasanya dibagi dalam 3 fase:

  • Induksi
  • Konsolidasi (juga disebut intensifikasi)
  • Pemeliharaan

Pada penyakit ALL umumnya terdapat sekitar 100 miliar sel kanker di dalam tubuh. Pengobatan induksi selama 1 bulan mampu untuk membunuh 99,9% dari sel-sel leukemia ini. Namun masih menyisakan sekitar 100 juta sel leukemia di dalam tubuh yang juga harus dihancurkan.

Oleh karenanya sebuah program kemoterapi biasanya berjalan antara 1-2 bulan pengobatan intensif, dan sekitar 2 tahun pemeliharaan kemoterapi untuk membantu menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa.

Induksi

Tujuan dari kemoterapi induksi adalah untuk mencapai remisi. Yang berarti bahwa sel-sel leukemia tidak lagi ditemukan dalam sampel sumsum tulang, serta sel-sel sumsum menjadi normal kembali, dan jumlah darah menjadi normal.

Lebih dari 95% dari anak-anak dengan ALL akan menjalani 1 bulan pengobatan induksi hingga mencapai remisi. Pengobatan selama 1 bulan pertama ini sangat ketat dan perlu untuk rawat inap demi mendapatkan perawatan intensif.

Konsolidasi (intensifikasi)

Berikutnya, dan biasanya lebih intens, fase konsolidasi kemoterapi biasanya berlangsung sekitar 1 sampai 2 bulan. Fase ini mengurangi jumlah sel-sel leukemia yang masih ada dalam tubuh. Beberapa obat kemoterapi dikombinasikan untuk membantu mencegah perkembangan dan resistensi sel-sel leukemia yang tersisa.

Pemeliharaan

Jika leukemia tetap dalam remisi setelah induksi dan konsolidasi, terapi pemeliharaan dapat dimulai. Obat-obatan kemoterapi yang diberikan pada tahapan ini biasanya dilakukan hingga 1-3 tahun, atau hingga sel-sel leukimia sudah hilang total.

Baca juga : Obat Herbal Leukimia Kronis dan Akut

Pengobatan untuk Acute Myelogenous Leukemia (AML) pada Anak

Pengobatan yang paling utama untuk anak-anak penderita Acute Myelogenous Leukemia (AML) atau dalam bahasa Indonesia disebut Leukemia Myelogenous Akut, dibagi menjadi 2 tahap kemoterapi:

  • Induksi
  • Konsolidasi (intensifikasi)

Dibandingkan dengan pengobatan leukemia lainnya, pengobatan kemoterapi untuk AML umumnya menggunakan dosis yang lebih tinggi namun dalam waktu yang lebih singkat. Karena intensitas pengobatan dan risiko komplikasi serius, anak-anak dengan AML harus dirawat di pusat kanker atau rumah sakit yang memiliki pengalaman dengan penyakit ini.

Induksi

Pengobatan untuk AML pada anak menggunakan kombinasi obat kemoterapi yang berbeda dari penderita leukemia lainnya. Obat yang paling sering digunakan adalah daunorubisin (daunomycin) dan sitarabin (ara-C), yang masing-masing diberikan untuk beberapa hari berturut-turut.

Jadwal pengobatan dapat diulang dalam 10 hari atau 2 minggu, tergantung dari kondisi pasien dan faktor lain yang akan dipertimbangkan oleh dokter. Pengobatan yang lebih singkat ini dapat lebih efektif dalam membunuh sel-sel leukemia, namun juga dapat menyebabkan efek samping yang lebih berat.

Baca Juga : Efek Samping Kemoterapi dan Solusinya

Konsolidasi (intensifikasi)

Sekitar 85% sampai 90% dari anak-anak penderita AML sudah mengalami remisi setelah menjalani terapi induksi. Yang berarti tidak ada lagi tanda-tanda leukemia yang dideteksi menggunakan tes laboratorium standar, tetapi tidak berarti bahwa leukemia telah sembuh.

Oleh karenanya diperlukan tahapan konsolidasi (intensifikasi) setelah fase induksi. Tujuannya adalah untuk membunuh sel-sel leukemia yang tersisa dengan menggunakan perawatan yang lebih intensif.

Beberapa anak memiliki saudara kandung yang bisa menjadi donor sel induk yang baik. Untuk kasus seperti ini, transplantasi sel induk sering dianjurkan setelah leukemia sudah mengalami remisi. Kebanyakan studi menemukan transplantasi sel induk ini meningkatkan kesempatan pasien untuk kelangsungan hidup jangka panjang.

Namun transplantasi sel induk ini bisa mengakibatkan komplikasi yang lebih buruk lagi. Oleh karenanya untuk anak-anak dengan faktor-faktor yang baik, dokter mungkin hanya merekomendasikan kemoterapi intensif. Dan hanya menggunakan pengobatan transplantasi sel induk jika penyakit leukimia kambuh.

Pengobatan Untuk Chronic Myelogenous Leukemia (CML)

Jenis Chronic Myelogenous Leukemia (CML) atau dalam bahasa Indonesia Leukemia Myelogenous kronis, sangat jarang terjadi pada anak-anak, meskipun bisa saja terjadi. Pengobatan CML pada anak mirip juga dengan pengobatan yang digunakan untuk orang dewasa.

Obat seperti imatinib (Gleevec) dan dasatinib (Sprycel) biasanya mampu menyerang sel CML dengan efektif. Dan dapat mengendalikan CML dalam jangka waktu yang lama, dengan efek samping yang tidak separah kemoterapi. Namun obat-obatan ini tidak menawarkan kesembuhan. Jadi kemoterapi dosis tinggi dan transplantasi sel induk menawarkan kesempatan terbaik untuk proses penyembuhan total.

Sumber : www.cancer.org

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.