Pertolongan Pertama Untuk Penderita Stroke Iskemik

Pertolongan pertama pada penderita stroke iskemikKetika serangan stroke terjadi pada manusia yang dimana gumpalan darah memblokir jalannya pembuluh darah arteri ke otak dikenal sebagai stroke iskemik yang paling umum terjadi. Cara mengobati stroke iskemik pada orang yang terkena serangan stroke adalah harus cepat mengembalikan peredaran darah ke otak tidak tersumbat.

Pertolongan darurat yang pertama kali tepat untuk dilakukan adalah sebelum 3 jam dari serangan stroke, lebih cepat lebih baik. Obat khusus akan disuntikkan ke dalam pembuluh vena untuk menghancurkan gumpalan darah yang memblokir dan mengurangi dampak komplikasi serangan stroke.

Pertolongan Dini Yang Dapat Dilakukan Bagi Penderita Stroke Iskemik

Berikut beberapa cara yang dilakukan dokter untuk mengobati stroke iskemik sebagai pertolongan pertama:

  1. Obat Aspirin, merupakan pengobatan yang segera dilakukan di UGD untuk mencegah serangan stroke selanjutnya. Aspirin juga dapat mencegah terjadinya penggumpalan darah.
  2. Injeksi Intravena Aktivator Plasminogen Jaringan (TPA) yang disebut juga alteplase untuk menghilangkan pembekuan darah yang terjadi pada pembuluh darah. Injeksi ini diberikan lewat pembuluh darah vena setelah 4 sampai 5 jam dari serangan stroke awal. Prosedur ini dapat mengurangi resiko kecacatan lebih parah pada otak.

TPA dapat melarutkan gumpalan darah penyebab serangan stroke dan membantu proses pemulihan lebih cepat.

Dalam keadaan yang lebih darurat dokter akan menangani serangan stroke iskemik ini dengan prosedur yang lebih invasif dan dilakukan sesegera mungkin. Hal ini bergantung pada letak dan posisi pembekuan darah yang terjadi pada penderita stroke.

Cara Mengobat Stroke Iskemik Dalam Kondisi Darurat

  1. Obat TPA akan langsung diinjeksikan di pembuluh darah arteri sekitar pangkal paha yang akan langsung dialirkan ke otak oleh pembuluh arteri tersebut untuk langsung bekerja pada daerah stroke terjadi. Proses ini bisa berefek lebih lama daripada injeksi TPA intravena, tapi masih dilakukan dalam hal yang terbatas.
  2. Menghilangkan pembekuan darah dengan bantuan alat. Pada kasus tertentu dokter akan menggunakan kateter yang dimasukkan dalam pembuluh darah Anda untuk menghilangkan atau mengambil darah yang menggumpal. Namun menurut studi baru belakangan ini cara ini tidak sepenuhnya efektif.
  3. Endarterektomi Karotis dalam ilmu beda artinya adalah prosedur untuk menghilangkan plak kolesterol pada pembuluh arteri yang ada di sepanjang sisi ke leher ke otak Anda (carotid arteri). Dokter bedah akan membuka arteri karotis dan membuang plak yang menyebabkan penyumbatan lalu akan memperbaiki arteri dengan jahitan yang berbahan transplantasi dari vena. Cara ini terbukti mengurangi resiko stroke iskemik namun dapat menyebabkan gangguan pada jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya.
  4. Angioplasty dan pemasangan stent / ring, dalam prosedur ini dokter bedah akan membuka akses ke pembuluh arteri karotis melalui arteri di pangkal paha. Dari situ dia akan dengan mudah dan aman untuk mengarahkan stent ke arteri karotis Anda. Sebuah alat seperti balon akan dilepaskan dari sana yang dapat melebarkan pembuluh darah lalu stent akan dimasukkan dan dipasang ketika arteri sudah terbuka.

Dengan cepat tanggap terhadap serangan stroke iskemik pada seseorang kita sudah menjauhi komplikasi yang lebih buruk pasca serangan stroke. Sebab tidak ada yang tahu kapan stroke dapat menyerang dan dapat terjadi kapan saja sehingga kita perlu mempersiapkan diri lebih awal untuk serangan stroke. Baca juga informasi tentang Makanan Sehat Yang Dianjurkan Untuk Penderita Stroke

Itulah beberapa cara mengobati stroke iskemik sebagai pertolongan pertama yang dapat dilakukan oleh tim dokter untuk mencegah komplikasi dari stroke dan kerusakan otak yang lebih buruk lagi. Oleh karena itu menjaga kesehatan pembuluh darah Anda dan tekanan darah tetap stabil merupakan langkah awal untuk menjauhi diri dari serangan stroke.

Sumber : www.healthline.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.